You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Pilang
Desa Pilang

Kec. Wonoayu, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

TINGKATKAN KAPASITAS SDM DAN PENGUATAN LKD DEMI TATA KELOLA DESA YANG BERKUALITAS, PEMDES PILANG GELAR STUDI TIRU KE DESA TEMBALANG

Administrator 13 Mei 2026 Dibaca 15 Kali
TINGKATKAN KAPASITAS SDM DAN PENGUATAN LKD DEMI TATA KELOLA DESA YANG BERKUALITAS, PEMDES PILANG GELAR STUDI TIRU KE DESA TEMBALANG

Pilang, 09 Mei 2026 — Pemerintah Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo melaksanakan kegiatan studi tiru kelembagaan desa ke Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (09/05/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa dan Lembaga Desa” sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mempererat sinergi antar unsur kelembagaan desa.

Rombongan peserta yang terdiri dari perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, RT/RW, Karang Taruna, LPMD, pengurus BUMDes, serta ibu-ibu kader Desa Pilang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sejak keberangkatan dari Sidoarjo pada pagi hari, para peserta telah membawa semangat untuk belajar dan menggali pengalaman baru dari praktik tata kelola dan penguatan kelembagaan yang telah dijalankan di Desa Tembalang.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Pemerintah Desa Tembalang dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan kemudian diawali dengan observasi singkat lingkungan desa untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi wilayah, pengelolaan pemerintahan, serta potensi yang dimiliki Desa Tembalang. Setelah itu, peserta mengikuti registrasi dan pembukaan acara yang menjadi awal dari rangkaian pembelajaran pada hari itu.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pilang menyampaikan bahwa studi tiru ini menjadi momentum penting bagi seluruh unsur desa untuk memperluas wawasan, memperkuat komunikasi antar lembaga, dan menambah referensi dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Kegiatan semacam ini juga dinilai penting untuk membangun pola pikir kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Sesi materi pertama mengangkat tema sinergi dan solidaritas pemerintah desa sebagai kunci keberhasilan tata kelola pemerintahan desa. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak dapat dilepaskan dari kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan seluruh unsur kelembagaan yang ada di desa. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.

Materi berikutnya menitikberatkan pada penguatan kapasitas LKD dan LAD sebagai elemen penting dalam tata kelola desa yang berkualitas. Berdasarkan paparan yang disampaikan, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) merupakan wadah partisipasi masyarakat yang menjadi mitra pemerintah desa dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan publik. Unsur LKD meliputi RT, RW, PKK, Karang Taruna, Posyandu, dan LPM. Sementara itu, Lembaga Adat Desa (LAD) memiliki peran dalam menjaga warisan budaya, tradisi, dan harmoni sosial masyarakat desa.

Dalam penjelasan lebih lanjut, masing-masing lembaga desa dipandang memiliki fungsi strategis sesuai dengan perannya. RT dan RW menjadi ujung tombak pelayanan administrasi dan keamanan lingkungan, PKK berperan dalam penguatan kesejahteraan keluarga, Karang Taruna menjadi wadah kreativitas dan pengembangan pemuda, sedangkan LPM memiliki fungsi penting dalam penyusunan rencana pembangunan secara partisipatif. Seluruh unsur ini dituntut untuk saling mendukung agar pembangunan desa dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Selain membahas struktur dan fungsi kelembagaan, peserta juga diperkenalkan pada filosofi guyub rukun yang menjadi dasar penguatan hubungan antar unsur masyarakat di Desa Tembalang. Filosofi ini menekankan bahwa kebersamaan bukan sekadar nilai sosial, melainkan kekuatan utama dalam mempercepat efektivitas program desa. Dengan hubungan yang harmonis antar lembaga, berbagai hambatan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan desa dapat diselesaikan melalui semangat kekeluargaan.

Menariknya, kegiatan studi tiru ini tidak hanya berisi sesi pemaparan materi di dalam ruangan. Rombongan juga diajak melakukan field trip ke sentra UMKM produksi sari rempah yang menjadi salah satu potensi unggulan Desa Tembalang. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa, sekaligus menjadi inspirasi bagi peserta untuk melihat peluang pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan di Desa Pilang.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Pilang berharap seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman, wawasan, serta inspirasi baru yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa maupun penguatan lembaga kemasyarakatan di Desa Pilang. Studi tiru ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, BPD, RT/RW, LPMD, Karang Taruna, BUMDes, dan kader desa dalam mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan berkualitas.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan antar dua desa. Suasana hangat yang terbangun selama kegiatan menjadi penanda bahwa studi tiru bukan hanya sekadar agenda kunjungan kerja, tetapi juga ruang berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan memperkuat semangat membangun desa secara bersama-sama.